Minggu, 09 Desember 2018

Review Ponsel Nokia 5000 Si Tipis Manis Nan Minimalis

nokia5000

Sekilas bentuk dan desainnya mengingatkan kita pada Nokia 5310 Xpress Music, namun ponsel ini tak punya embel-embel apapun

Nokia cukup cerdik melihat peluang pada konsumen ponsel di negara berkembang, khususnya Indonesia. Dari riset Nokia, konsumen Indonesia saat ini terlihat bergeser ke pengguna yang suka menggantikan ponselnya dengan ponsel keluaran baru (replacement buyers). Untuk itulah Nokia 5000 dihadirkan dengan desain yang tipis dan minimalis. Bekal fitur terbilang komplet, tapi harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Tentunya berbeda dengan Nokia 5310 Xpress Music yang fokus pada fitur musik.

Mulai dari fitur messaging yang semakin berwarna berkat Nokia

Xpress Messaging, kamera 1,3 megapixel, music player dan radio FM yang mampu merekam siaran hingga keleluasaan berselancar di internet dapat diperoleh dalam satu ponsel ini. Menonton hasil rekaman video, jepretan foto dan menu-menu yang terpampang cukup nyaman di mata berkat dukungan teknologi yang menyertai. Berikut keseluruhan pengujian yang dilakukan SELULAR

DESAIN

Balutan warna pada badan ponsel dipenuhi dengan warna putih bersih dengan sentuhan kental ungu elektrik. Dimensinya pas dan menyatu dalam genggaman tangan. Pas dengan ukurannya sebesar 106 x 46 x12 mm.

  • Pengujian: Keergonomisan ponsel saat dipegang dan digunakan.
  • Catatan : Tak ada masalah dengan ukuran keypad, hanya saja materialnya agak sedikit mengganggu saat ditekan. LAYAR

Keleluasaan menatap menu fitur pada bentangan layar sebesar 2 inchi berkat dukungan teknologi layar TFT. Teks yang termuat saat membaca pesan masuk mampu mencapai 10 baris dengan jenis font normal. Dengan resolusi sebesar 240 x 320 pixel, pandangan di layar cukup jelas dan jernih.

Pengujian : Visual layar dalam keadaan standby maupun masuk kedalam menu-menu.

AUDIO

Meskipun berukuran tipis, namun kemampuan audio saat mengaktifkan menu music player jangan dianggap enteng. Meski fasilitas pendukung tidak terlalu lengkap, namun fitur standar seperti playlist, loop, shuffle dan mute audio tersedia.

  • Pengujian : Memainkan lagu American Idiot dengan loudspeaker pada volume maksimal.
  • Catatan : Sayangnya tidak ada tombol shortcut volume pada badan ponsel
  • Catatan : Themes dapat disesuaikan dengan warna sentuhan cover. Semisal ponsel berwarna ungu, pilihan themes menyesuaikan.

KAMERA

Sebagai ponsel pengganti dengan harga yang terjangkau, bekal kamera sebesar 1,3 megapixel rasanya cukup mumpuni.

Resolusi dan kualitas jepretan dapat disesuaikan dengan keinginan. Maksimal resolusi mencapai 1280 x 1024 pixel. Sedangkan fasilitas video recorder mampu merekam gambar dengan durasi yang diinginkan.

  • Pengujian : Mengambil foto suasana malam dengan kualitas tertinggi dan resolusi maksimal.
  • Catatan : Fasilitas pendukung masih standar, tidak ada flash dan white balance.

INTERNET

Berhubungan dengan dunia maya bisa menggunakan ponsel berdesain minimalis ini karena telah tersedia fitur Web bersetting otomatis. Browser yang sudah tertanam ialah Opera Mini. Ketika diuji, kecepatannya lumayan cepat tergantung sinyal GPRS yang mampu ditangkap.

  • Pengujian : Gunakan fasilitas bookmarks jika ingin cepat kembali ke halaman yang dituju dan tentunya hemat waktu.
  • Catatan : Jangan lupa mengganti setting operator kartu jika berganti

BATERAI

Kemampuan baterai menjadi sebuah faktor yang patut diperhatikan dari sebuah ponsel. Baterai jenis Lithium Ion melengkapi kekuatan ponsel. Seperti ponsel keluaran Nokia lainnya, baterai terletak di belakang menutupi kartu SIM.

  • Pengujian : Daya tahan baterai saat memainkan games selama kurang lebih 60 menit.
  • Catatan : Bobot fisik baterai diuji beratnya yaitu 16 gram.

MESSAGING

Fitur yang tersedia di dalam menu messaging terdiri dari teks, email, audio dan flash message. Untuk mengirimkan satu kali pesan teks, tersedia 1 000 karakter. Flash message bisa digunakan untuk berkirim pesan singkat sembari menyertakan emoticon.

  • Pengujian : Mengirim flash message ke ponsel lain dan memantau besaran kapasitas yang tersisa pada phone memory.
  • Catatan : Tidak bisa menggunakan email messaging, bisa jadi dikarenakan ponsel ini masih bertipe prototype

Penilaian Akhir

Secara umum, kinerja ponsel Nokia 5000 serta fitur-fitur yang melengkapi dapat berjalan dengan baik. Sayangnya konsumen tidak akan dimanjakan dengan ruang penyimpanan yang luas karena tak ada memori eksternal dan memori internal yang tak cukup muat menampung banyak lagu dan foto.

Rabu, 05 Desember 2018

Cara Memperbaiki Nokia N73 Yang Sering Restart Sendiri


Saya seorang teknisi ponsel. Dalam praktek saya sering menemukan masalah ponsel yang restart. Memang kadang kadang masalahnya bisa diatasi dengan melakukan flashing.

Tapi banyak juga yang tidak bisa terselesaikan. Seperti sekarang ini, saya menemukan N73 yang suka restart sendiri. Bagaimana solusinya? Terima kasih

Jawab

Memang banyak kerusakan ponsel pada generasi BB-5 yang memiliki ciri yaitu sering restart. Kerusakan ini bisa diakibatkan

karena software maupun karena hardware. Salah satu penyebab dari kerusakan hardware adalah masalah tegangan kerja CPU yang tidak normal.

Bisa dilihat, bahwa pada ponsel N73 terdapat 2 buah CPU utama, RAP serta OMAP. Pada banyak kasus, tegangan kerja OMAP (Vcore_a) yang dihasilkan dari sebuah regulator N6515 kurang dari yang semestinya yaitu 1,35 Volt. Hal ini menyebabkan CPU OMAP tidak bisa bekerja dengan semestinya. Yang kita bisa rasakan adalah ponsel sering restart.

Posisi 1C

Posisi 1C

Ada beberapa solusi yang tersedia, salah satunya dengan cara menngganti regulator N6515. namun regulator ini relatif jarang didapat. Untuk mengatasinya, kita bisa mengakali dengan menghubungkan Vcore_q sumber tegangan lain yang memiliki level tegangan yang hampir sama. Kali ini kita memilih Vcore yang dihasilkan oleh IC betty.

IC bety

Foto posisi IC

Dengan menghubungkan C7549 (Vcore keluaran dari Betty) dengan C7565 (tegangan Vcore_a) maka kerusakan ponsel N73 restart yang disebabkan oleh turunnya tegangan kerja OMAP dapat diselesaikan.

Senin, 03 Desember 2018

Deretan Game Asyik Untuk Hp Jadul

Unsur jebakan dan adu mental menjadi ciri khas film Eagle Eye. Dalam versi mobile game, Anda diajak untuk menyelesaikan setiap teka teki dalam plot yang menarik.

Ketika Teknologi Mengendalikan Manusia


Teknologi tentu membawa manfaat penting bagi manusia, tapi apa jadinya bila teknologi berubah menjadi perangkat yang menakutkan, dengan integrasi antar perangkat, seolah tak ada celah bisa disembunyikan. Hal ini yang menjadi plot menarik dari film Hollywood - “Eagle Eye”.

Setelah sukses di layar lebar, dikembangkan versi Eagle Eye untuk konsumsi mobile game hasil kreasi Magmic, developer game. Dalam game ini, Anda akan memainkan tokoh Jerry Shaw. Eagle Eye dalam desain permainan tak akan membiarkan Anda untuk mati.

Film Eagle Eye bisa digolongkan dalam kelas action thriller, sekuel dalam game cukup memikat untuk diikuti. Alur game berupa teka-teki lengkap dengan beberapa jebakan. Sebagai senjata, Anda dibekali tools berupa tendangan dan pukulan. Tokoh lain yang terlibat yakni Rachel Holloman. Anda harus menghindar dari tiap jebakan, prinsipnya kemudahan dan integrasi teknologi dalam kehidupan membuat profil seseorang bisa dilacak. Telepon genggam, rekening bank, rekam jejak transaksi di internet, email, kamera pemantau, dan satelit, semua bisa dipakai membuntuti dan melacak dokumentasi seseorang. Untuk membantu membuka tabir teka teki, ditampilkan dialog teks dalam layar. Hanya sayang, game ini masih mengandalkan visual 2 dimensi

  • Sumber : www.magmic.com
  • Besar File : 324 KB
  • Format : Java/Java 2 MF
  • Harga : U5S 6,99

Game Adu Tangkas Pembersih Kaca Gedung


Atraksi di ketinggian mampu memancing adrenalin, selain unjuk kebolehan membersihkan kaca. Anda ditantang untuk beradu balap menyelesaikan tugas hingga lantai dasar.

Profesi pembersih kaca di gedung bertingkat tergolong pekerjaan yang berisiko tinggi. Oleh karena dianggap mampu menantang adrenalin, Digital Chocolate menghadirkan game “Crazy Window Cleaners”. Game ini sejatinya adalah permainan balap, tentu yang jadi subyek balapan adalah sang pembersih gedung. Proses pembersihan tidak dimulai dari bawah, melainkan dari atas dengan menuruni tali panjat. Selain baradu cepat sampai di lantai dasar, di setiap level ada tantangan yang harus dilewati, misalnya luas area yang dibersihkan, terjangan angin di ketinggian, mengambil bintang (bonus), mengambil bunga dan memperbaiki kerusakan AC.

Bila salah pijakan, risiko terhempas siap menghadang. Dalam game diberi opsi select player. Sebelum memulai Anda harus memilih kota tempat gedung bertingkat tinggi. Pilihannnya cukup lengkap, disertai info jumlah laintai, seperti Menara Petronas di Kuala Lumpur dan 101 Tower di Taipei -Taiwan. Game ini menampilkan visual 2 dimensi, dilengkapi efek suara dan sistem peringkat.

  • Sumber : www.digitalchocolate.com
  • Besar File : 476 KB
  • Format : Java/Java 2 ME

Deretan Artis Indonesia Yang menggunakan Smartphone Blackberry

BlackBerry belakangan ini memang makin digandrungi banyak orang. Betapa tidak,perangkat ini memberikan kenyamanan tersendiri untuk urusan email dan browsing internet. Dan di tengah keranjingan orang akan layanan chatting ataupun blogging, blackberry seperti menjadi solusi yang mujarab. Apalagi, kini sudah banyak operator yang memberikan layanan BlackBerry, termasuk bundling dengan perangkatnya sekalian. Bahkan ada operator yang menawarkan layanan BlackBerry harian, yang jelas akan membuat layanan blackberry makin terjangkau banyak kalangan terlepas dari harga perangkatnya yang masih mahal.

Karena itu, tak heran penggemar BlackBerry kini tak hanya dimonopoli para eksekutif dan profesional saja. Mulai dari anak sekolahan hingga artis kini sudah menjadi BlackBerry freaks. Bahkan menurut Luna Maya, yang tercatat sebagai salah satu pengguna, BlackBerry kini sudah jadi tren di kalangan para selebritis. Berikut ini sedikit cerita dari mereka yang menjadi pengguna BlackBerry:

LUNA MAYA Dengan Blackberry KeyOne


“Sebelum orang-orang pake BlackBerry, aku udah pake duluan,” cerita Luna Maya, tentang pengalaman pertamanya dengan BlackBerry. Tentu dara cantik ini tidak bermaksud mengatakan, dialah orang pertama di Indonesia yang memakai perangkat keluaran Research In Motion itu. Malah sebenarnya, perkenalan pertamanya dengan perangkat itu berkat salah seorang temannya, yang sudah duluan menggunakan BlackBerry.

Luna yang mengaku sebelumnya termasuk orang yang gatek (gagap teknologi), memang sempat canggung juga mengoperasikan perangkat canggih itu. Tapi sekarang, “Sudah jago,” katanya. Tadinya yang sekadar coba-coba, sekarang Luna Maya malah seperti kecanduan BlackBerry. Ke mana-mana benda itu termasuk salah satu benda yang tak boleh ketinggalan.

“BlackBerry ini sangat memudahkan aku untuk melakukan banyak hal,” kata dara cantik yang jadi ambassador XL ini, mengungkapkan alasannya. Maksudnya, ia bisa membuka email di mana saja, seperti di sela-sela syuting. Karena, seperti pengakuannya, banyak pekerjaan yang harus dilakukan melalui email. Semacam, mengurusi kontrak iklan. Tak lagi tergantung dengan laptop. Bisa buka internet kapan pun juga. Sehingga, ketika sedang break syuting, ia bisa mengedit blog miliknya, bisa pula meng-up date facebook. Atau, paling tidak cekakak-cekikik sendiri, sewaktu chatting lewat YM.

Nah, yang terakhir itu yang terkadang suka membuatnya lupa diri. Ya itu tadi, ketawa-ketiwi sendirian, sampai-sampai orang di sebelah bingung sendiri. Kadang malah teman yang lagi di sebelah, dicuekin saja, gara-gara keasyikan ber-chatting ria. Karenanya, Luna menyebut perangkat miliknya itu sebagai alat yang bisa menjauhkan yang dekat, dan mendekatkan yang jauh. Sederhananya, orang sebelah bisa dicuekin, sementara orang yang jauh, dengan gampang bisa dihubungi.

Karena itu juga, tidak heran kalau billing-nya sebulan untuk urusan telekomunikasi ini bisa mencapai Rp500 ribu.

Bahkan kalau lagi “rajin” ngobrol sana ngo-brol sini, tagihannya bisa mencapai Rp1 juta sebulan. “Kira-kira segitulah pemakaian aku per bulannya," ucap pemilik mata indah itu, yang sementara waktu perannya di iklan XL tergusur dulu dengan para simpanse. “Hehehe...gak masalah kok. Iklan itu kan lucu,” katanya lagi.

CATHY SHARON Kecanduan BlackBerry Motion


Awalnya cuma buat gaya-gayaan. “Untuk gaya hidup,” kata Cathy Sharon, menceritakan pengalamannya memakai BlackBerry. Namun setelah punya dan menggunakan sendiri, mantan VJ MTV ini malah jatuh cinta berat pada blakcberry. Bahkan boleh dibilang, Cathy adalah salah satu maniak BlackBerry. “Soalnya gadget ini memang menyediakan apa yang saya butuhkan. Seperti untuk internet, layarnya yang lebar, dan fitur-fitur lain yang tak ada di ponsel saya terdahulu,” kata Cathy yang mengaku baru setahun belakangan memakai BlackBerry.

Sebagai orang yang sibuk dan sering keluyuran, blackberry miliknya memang menjadi asisten yang tangguh, la bisa membuka dan mengirim email di mana saja, terutama untuk hal-hal yang berurusan dengan pekerjaannya. Juga bisa tetap ngerumpi dengan teman-teman, lewat fasilitas chatting-nya. Dan tentu saja, membuka-buka situs internet. “Kalo udah keasyikan chatting di BlackBerry, kadang sampe kayak orang budeg. Enggak ngeh kalo temen ngajak ngomong,” kata salah satu bintang di film layar lebar berjudul Barbie ini, sembari tertawa.

Sudah dua bulan ini Chaty menggenggam seri terbaru dari BlackBerry, yakni BlackBerry Bold, yang dibelinya di New York, AS, sewaktu jalan-jalan ke sana. BB Bold miliknya ini sudah tampil lain dari yang lain, dengan casing berwarna oranye, yang juga dimodifikasi di tempat membelinya dulu. Sebelumnya, Cathy

menggenggam BlackBerry Curve, yang casingnya juga dimodifikasi warna pink. “Kalau nanti keluar BlackBerry terbaru, mungkin saya akan beli juga, dan dimodifikasi juga,” kata cewek yang pernah nam-pang sebagai model cover Selular ini.

MAYANG SARI ADAMS Dengan BlackBerry KEY2 LE


General Manager di perusahaan kesehatan ini mengaku baru sekitar dua bulanan menggunakan blackberry. “Temen-temen saya menyarankan pakai BlackBerry saja. Kata mereka, lebih simpel dan efektif,” tukas Mayang Sari Abdams. Pekerjaannya memang menuntut Mayang sering ke luar kantor, atau malah ke luar kota. Sehingga, ia membutuhkan perangkat mobile yang bisa membantunya akses internet untuk membuka dan mengirim email di mana saja. “Saya kan harus sering komunikasi dengan kantor pusat di Singapura,” kata ibu satu anak ini, yang lingkup pekerjaannya menangani 20 outlets di Jakarta, Bandung dan Bali ini.

Atas dasar saran teman itulah, Mayang mengganti samrtphonenya yang keluaran vendor terkenal, dengan BlackBerry seri 8310. “Dan memang lebih enak pakai BlackBerry. Lebih simpel, mudah dan asyik. Bisa langsung akses, tidak harus browse dulu. Pokoknya lebih enak deh,” ujar Mayang lagi. Tapi, gara-gara keasyikan menggunakan BlackBerry, hobi chatting dan edit facebook-nya juga tambah menjadi.

Mayang mengaku BlackBerry miliknya selalu on 24 jam. Bahkan kemana-mana charger baterai BlackBerry selalu dibawa, agar baterai tidak sempat drop. Dan kalau sudah asyik dengan BlackBerry, teman sebelah yang mengajak bicara bisa-bisa tidak dihiraukan. “Istilahnya, mode autis-nya sedang “on"," kata Mayang sembari tertawa. Saking autisnya, ia pernah salah jalur eskalator. Maunya naik ke atas, malah masuk ke jalur turun. Pernah pula terpisah dengan keluarga waktu jalan-jalan di mail, gara-gara matanya terus menatap layar BlackBerry. Tapi, BlackBerry pula yang membuatnya tidak begitu bete sewaktu dimarahi atasan. “Waktu boss marah-marah, saya nunduk saja. Bukannya den-gerin boss, tapi buka YM dan chat sama teman-teman,” tuturnya sembari terkekeh-kekeh.

Cuma, gara-gara sering diprotes anaknya yang semata wayang, Mayang mulai mengurangi aktivitas chatting ria dan email-emailan di BlackBerry. “Yaah, saya suka diingetin sama anak, jadinya malu juga sih. Belum lagi dengan teman-teman, yang suka protes kalau mode autis saya “on”,” tutur Mayang, yang bilang tak mau membelikan anaknya yang sudah duduk di bangku SMP itu perangkat BlackBerry juga. “Walaupun anak saya itu kepingin banget, tapi saya rasa belum saatnya dia pakai perangkat seperti itu,” ujar Mayang lagi.

FABIANDI, 20 THN

Mahasiswa UPH yang terletak di Karawaci, Tangerang ini, pertama kali mengenal BlackBerry dari teman-temannya yang sudah duluan memakai perangkat itu. Dari meminjam punya teman, coba-coba, akhirnya dua bulan lalu

Fabiandi memutuskan membeli sendiri sebuah BlackBerry Curve 8310 di sebuah gerai di Jakarta, sudah dalam kondisi unlock. “Ternyata memang worthed betul. Enak dipakai browsing, buka dan kirim email, semuanya gampang dilakukan,” kata Fabi, sapaan pemuda 20 tahun ini.

Dengan BlackBerry-nya, Fabi tak perlu lagi repot-repot bawa laptop yang berat. Soal koneksi internet, juga sudah ada wi-fi, yang bisa membuatnya browsing sepuasnya selama di kampus, la dengan gampang pula bisa mengecek nilai ujian, melihat jadwal kuliah, dan membuat bahan-bahan presentasi.

Dan seperti pengguna BlackBerry lainnya, Fabi juga memanfaatkan perangkat miliknya untuk chatting, baiklewat BlackBerry messenger maupun fasilitas messenger yang lain. “Kalau lagi bosan di kelas, biasanya buka messenger dan chatting dengan teman-teman. Soalnya teman-teman juga sudah banyak yang pakai fasilitas itu. Jadi gampang chatting,” tutur Fabi.

Fabi mengaku menghabiskan biaya sekitar Rp160 ribu sebulan untuk paket BlackBerry dari salah satu operator yang ada. “Segitu sudah cukup banget buat saya,” katanya. Pernah suatu kali, blackberry miliknya tertukar dengan milik temannya. BlackBerry miliknya yang diberi casing silikon berwarna biru, serupa dengan milik seorang temannya. Jadi ketika mau pulang, Fabi salah comot, yang diambil adalah BlackBerry punya temannya itu. “Baru sadarnya ketika mau telepon, kok nama-nama di phonebook-nya beda,” tutur Fabi. Untungnya, ia masih berada di kampus, sehingga bisa langsung saling tukar BlackBerry masing-masing